KemenKopUKM Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Penyandang Disabilitas

October 25, 2022
TANGERANG, govnews-ina.com – Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menggencarkan peningkatan kualitas dan kompetensi usaha mikro bidang fesyen.
 
“Kita perlu mendorong pelaku usaha mikro untuk meningkatkan kapasitas dan daya saingnya dari hulu ke hilir. Agar mampu menjaga ketahanan, kemandirian dan keberlangsungan usahanya dalam situasi disrupsi apapun. Misalnya globalisasi, digitalisasi, ataupun pandemi Covid-19,” ucap Sekretaris Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Novieta saat Pelatihan Vocational Bagi Usaha Mikro Sektor Fesyen di Kota Tangerang, Senin (24/10/2022).
 
Novieta menjelaskan kegiatan pelatihan ini merupakan sinergi antara KemenKopUKM, Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan dan Yayasan Permata Hatiku.
 
Kota Tangerang Selatan memiliki potensi UMKM yang luar biasa dijadikan kontribusi untuk mendukung pergerakan ekonomi Banten. “Karena itu kita perlu meningkatkan kapasitas, pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha di sektor fesyen. Khususnya bagi penyandang disabilitas di Kota Tangerang,” kata Novieta.
 
“Sehingga dapat memberikan nilai tambah terhadap produk fesyen dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi di wilayah tersebut,” ujarnya.
 
Program pengembangan kapasitas usaha mikro dilakukan dengan pendekatan literasi, pelatihan dan pendampingan yang sifatnya vokasi dan kompetensi.
 
Telah Dikurasi
 
Peserta pelatihan diikuti 30 orang penyandang disabilitas yang sebelumnya telah dikurasi oleh Yayasan Mata Hatiku sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
 
“Dengan pengesahan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sekaligus menandai perubahan paradigma penyandang disabilitas menjadi tidak lagi dipandang sebagai objek tetapi subjek,” tegas Novieta.
 
Karenanya, teman-teman disabilitas juga berhak mendapatkan perlakuan yang sama seperti mendapatkan pekerjaan dan pelatihan untuk meningkatkan keahlian.
 
Semua insan adalah sama, sehingga penyandang disabilitas juga punya peluang yang sama untuk  mandiri dan menjadi wirausaha. “KemenKopUKM dalam hal ini siap membantu melalui dukungan pelatihan keterampilan, model bisnis, pembiayaan dan digitalisasi pasar,” lanjut Novieta.
 
Dia berharap melalui kegiatan ini penyandang disabilitas dapat jalan agar mereka bisa berusaha lebih baik dan menjadi bagian terintegrasi dalam ekonomi Indonesia, khususnya untuk UMKM.
 
“Saya harapkan melalui kegiatan ini para peserta dapat membangun jejaring/kolaborasi bisnis dengan para peserta lain. Jangan menyerah, tetap ikhtiar dalam kreativitas dan inovasi bisnis,” urai Novieta.
 
MULIA GINTING – ERWIN TAMBUNAN
 
“Sehingga dapat memberikan nilai tambah terhadap produk fesyen dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi di wilayah tersebut,” ujarnya. Foto: KemenKopUKM

RELATED POSTS